Jumat, 13 Februari 2009

PenghUni SaNakarO


1. Mier_Na
2. Fi_3
3. NiLaw
4. ApriiiiL
5. VeLoow
6. End_Dar
7. Dedew
8. Hettty
9. Nieeyaw
10. Niesha
11. LuLuxs
12. May

My Darling FBI

January 2nd, 2009

Sebelum kita masuk ke review Filmnya, mari kita main tebak-tebak buah manggis dulu, kenapa cowo bule hensem ini saya posting di sini?

Hohoho, setelah Daniel Henney dan Dennis Oh dua aktor blasteran Korea-Amerika sukses dikenal dan membintangi sejumlah drama dan film Korea, satu lagi aktor muda pendatang baru yang lahir dari campuran darah Korea dan Amerika (wah, Korea makin lama makin terbuka sama orang-orang Korea berdarah campuran), Ricky Lee Neely atau biasa di kenal Ricky Kim, cowo ganteng kelahiran 27 tahun yang lalu ini kiprahnya memang belum sebanyak dua aktor tampan blasteran yang disebut di atas, tapi jangan salah, kemampuan berbahasa Koreanya jauhh mengungguli 2 dua aktor tadi, kita bisa membuktikannya dengan menonton film terbarunya berjudul My Darling FBI.

DVDnya ga’ sengaja saya temuin bersama Sad Dream (yang akan saya review next). Penasaran juga lihat covernya ada aktor blasteran Korea baru jadi lead actornya.

Ceritanya sendiri dimulai ketika Mimi (Kim Gyoo Ri) yang bersekolah dan bekerja di kedubes Korea untuk Amerika menjalin hubungan asmara dengan orang Amerika yang bernama Albert. Sebenarnya Albert ini memiliki darah Korea, tapi sudah lama tinggal di Amerika. Rahasia besar yang selama ini disembunyikan Albert terhadap Mimi adalah pekerjaannya, karena dia adalah seorang agent. Bukan agent Koran ataupun agent minyak tanah seperti di indonesia, tapi agent FBI yang notabene tidak bisa sembarangan mengumbar status pekerjaannya pada orang-orang.

Puncaknya terjadi ketika Mimi sukses dikecewakan Albert karena pria itu tidak menepati janjinya untuk datang pada malam kencan mereka. Apalagi setelah hari itu Albert serasa hilang ditelan bumi, dan kekecewaan Mimi bertambah ketika Mimi mendapati bahwa selama ini Albert selalu berbohong tentang pekerjaannya. Akibat desakan orang tua ditambah Visa tinggalnya yang sebentar lagi expired, Mimi akhirnya memutuskan untuk pulang ke Korea, mencoba melupakan Albert.

Beberapa minggu kemudian, Albert yang selesai melalukan misi rahasianya untuk FBI mendapati Mimi telah meninggalkan Amerika dan pulang ke Korea. Tanpa banyak berfikir akhirnya Albert menyusul Mimi di Korea. Ternyata Mimi masih tinggal di desa adat terpencil dan orang tuanya adalah kepala kampung desa tersebut. Konflik awal terjadi ketika Mimi yang masih kecewa berat terhadap Albert berupaya menyangkal hubungan mereka di hadapan orang tuanya, dan cerita makin bertambah runyam ketika desa tersebut tenyata telah menjadi sasaran mafia untuk di kembangkan dan memaksa warga untuk menjual tanah mereka kepada mafia tersebut.

Akankah Albert sukses meraih hati Mimi dan mendapatkan ijin dari orang tuanya yang kolot? dan gimana nasib desa adat mereka terhadap teror mafia itu? jawabanya seperti biasa, nuntunlah sendiri..hehehehe…

My Darling FBI menurut saya sih gak bagus-bagus banget. Malah sebenarnya ceritanya rada dipaksakan dengan kemampuan sang sutradara untuk memvisualkan adegan-adegan penyergapan (plus adegan baku hantam) ala FBI yang saya bilang sih gagal, saya ngerasa lagi nonton film action kwalitas no.3..hehehe

Tapi karena ini bukan film action, mestinya adegan dramanya lebih bagus ya, tapi ternyata engga juga tuh. Keunggulan film ini mungkin cuma dari penggambaran desa tradisinya yang cukup sukses, dan kemampuan bahasa Korea Albert itu sendiri (yang aga janggal dia bisa segape itu, secara dia cuma belajar sama Mimi di Amerika).

Well, saya kasih 2 bintang saja, khusus buat bahasa Koreanya Albert dan desa adatnya yang indah…^^

btw, nyambungkan sekarang, kenapa foto di atas tadi saya pejeng…??^^

[Tatz]

Cast: Ricky Kim, Kim Gyoo Ri

Movie duration: 90min HD

Genre : Comedy , Romance , Melodrama

Release date in South Korea : Sep 04, 2008

Kamis, 12 Februari 2009

sad dream

Sad Dream

Seperti yang udah pernah saya bilang di sini, ada dua film Korea yang saya tunggu kehadirannya, dan gak disangka salah satunya sudah beredar bebas DVD bajakan di Indonesia dengan subtitle yang mantap, inilah film ke 15 dari sutradara dengan pemikiran ‘out of the box’ dan nyentrik, Kim Ki Duk, Sad Dream (Bimong). Sad Dream adalah film ke 2 Kim Ki Duk dimana ia memakai pemain asing sebagai pemeran utamanya setelah film ‘Breath’ yang memasang aktor Taiwan Chang Chen sebagai pemeran utama.

Dibintangi Lee Na-Young (Ran) dan aktor asal Jepang Joe Odagiri (Jin), film dibuka dengan scene Jin, seorang pemuda pembuat stampel mengalami mimpi buruk dimana mobilnya tanpa sengaja menabrak pengendara lain dan Jin seketika terbangun dari mimpinya. Karena mimpinya terasa begitu nyata Jin memutuskan untuk mencari lokasi di mana terjadinya kecelakaan tadi. Betapa terkejutnya ketika Jin datang ke lokasi yang dimaksud, kecelakaan itu benar-benar terjadi namun pelaku yang terekam dalam kamera cctv lalu lintas adalah seorang wanita. Jin semakin penasaran dan membuntuti polisi yang menuju rumah tersangka .
Ran adalah wanita yang terekam dalam kamera cctv lalu lintas, yang tidak mengetahui apa-apa tentang kecelakaan tersebut. Tapi ia tetap dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Di kantor polisi, Ran terus menerus menyangkal dan Jin yang masih membuntutinya ngotot bahwa apa yang dikatakan wanita itu adalah benar. Dugaan sementara Polisi menetapkan Ran mengidap penyakit sleep walker (tidur sambil berjalan), dan atas jaminan Jin, Ran dapat terbebas dari tuduhan. Ran ternyata memang memiliki penyakit sleep walker namun baru kali ini mimpi Jin terhubung dengan Ran setidaknya itu yang dikatakan oleh seorang penasihat spiritual (?) yang mengatakan bahwa Ran dan Jin ada dalam spectrum yang saling berlawanan akibat Jin yang rindu dan tidak dapat melupakan kekasihnya yang berselingkuh sementara Ran amat membenci dan ingin melupakan kekasihnya yang juga berselingkuh sehingga mereka saling terkait dan ditakdirkan menjadi satu jiwa (as yin and yang). Saran sang penasihat tadi adalah mereka harus menjadi sepasang kekasih agar kejadian di atas tidak lagi terjadi.

Namun tidaklah semudah membalikan telapak tangan untuk mejadikan mereka sepasang kekasih. Selain karena mereka baru sama-sama kenal (dari kejadian yang tak terduga pula), mereka sama-sama sakit hati karena putus dari pacarnya yang berselingkuh.

Sejak itu Ran dan Jin berupaya untuk mengakali agar Jin tidak bermimpi tentang kekasihnya, karena ketika Jin bermimpi bertemu kekasihnya tersebut, maka secara tak sadar Ran akan datang menemui kekasihnya juga dan melakukan hal-hal yang diimpikan Jin.
Namun, ada saatnya mereka tidak dapat melawan rasa kantuk yang mengakibatkan Ran melakukan hal yang dia benci yaitu mendatangi mantan kekasihnya dan melakukan hal-hal yang diimpikan oleh Jin.

Klimaksnya terjadi ketika Jin bermimpi membunuh mantan pacarnya yang dalam kejadian nyata, ternyata Ran telah membunuh mantan pacarnya. Akibatnya Ran di tangkap polisi, dan dijebloskan ke rumah sakit jiwa akibat hal-hal yang tidak bisa dia jelaskan. Sejak itu Jin yang merasa bersalah pada Ran melakukan upaya agar dia tidak sampai tertidur dan bermimpi yang bukan-bukan dengan cara melukai dirinya sendiri.

Endingnya…lihat saja sendiri. Yang pasti endingnya unpredictable dan sedikit absurd khas Kim .

Seperti film-film garapan Kim Ki Duk sebelumnya, Sad Dream di kemas dengan banyak kejanggalan didalamnya. Banyak scene-scene isyarat, adegan-adegan absurd dan tidak dapat dibedakan scene itu mimpi atau nyata. Belum lagi Jin (Joe Odagiri) yang notabene adalah orang Jepang tapi seolah-olah di dalam film tersebut dia bebas berbicara menggunakan bahasa nativenya sementara lawan bicara yang menggunakan bahasa Korea seakan tetap mengerti apa yang sedang Jin bicarakan. Kim Ki Duk seolah menghilangan barrier bahasa yang berbeda diantara mereka tanpa salah satunya harus mempelajari bahasanya masing-masing (seru!). Perhatikan pakaian yang di kenakan oleh Ran dan Jin juga, seolah-olah mengisyaratkan bahwa mereka adalah hitam dan putih yang saling melengkapi. Overall, film ini lebih sederhana dari Breath ataupun 3 Iron (dalam hal pemahaman-my opinion). So, 4,5 Bintang dari saya.